Cara Menggunakan Claude dan ChatGPT untuk Riset Keyword yang Tidak Terdeteksi Kompetitor
Kalau kamu sudah lama main SEO, pasti pernah ngerasain satu hal yang ngeselin: keyword di Ahrefs, Ubersuggest, SEMrush, semuanya kelihatan sama. Kompetitor juga pakai keyword itu-itu lagi. Akhirnya, konten kita berantem di kolam yang sama. Capek, mahal, dan hasilnya belum tentu menang.
Nah, di sinilah Claude dan ChatGPT jadi senjata rahasia. Bukan buat ganti tools SEO, tapi buat nemuin keyword tersembunyi yang sering nggak kebaca kompetitor, seperti yang sering dibahas juga di berbagai studi kasus optimasi SEO di Seonalizer.
Di artikel ini, aku bakal jelasin secara detail dan santai, gimana caranya pakai Claude dan ChatGPT untuk riset keyword yang lebih “cerdas”, lebih natural, dan lebih susah ditiru.
Kenapa Keyword “Tak Terdeteksi Kompetitor” Itu Penting?
Sebelum masuk ke teknis, kita samain persepsi dulu.
Keyword yang tidak terdeteksi kompetitor itu bukan keyword tanpa volume. Tapi keyword yang:
- Bentuknya panjang (long tail)
- Berasal dari cara berpikir user, bukan database tools
- Jarang jadi target utama kompetitor
- Sering muncul di pertanyaan, keluhan, atau niat tersembunyi user
Konsep ini sejalan dengan cara menemukan keyword jitu yang fokus ke perilaku pencari, bukan sekadar angka.
Contoh simpel:
Keyword umum:
“riset keyword”
Keyword tersembunyi:
“cara riset keyword blog baru tanpa ahrefs”
Keyword kedua biasanya:
- Lebih gampang ranking
- Lebih relevan
- Lebih konversi
Dan inilah yang bisa “dibongkar” oleh Claude dan ChatGPT.
Perbedaan Peran Claude dan ChatGPT dalam Riset Keyword
Biar optimal, kita nggak pakai Claude dan ChatGPT dengan cara yang sama.
Peran Claude
- Analisis konteks panjang
- Memahami pola bahasa manusia
- Mengurai niat pencarian (search intent)
- Memetakan masalah user secara mendalam
Claude cocok buat menggali ide mentah keyword.
Peran ChatGPT
- Menyusun struktur keyword
- Mengembangkan variasi long tail
- Menyederhanakan bahasa user
- Optimasi SEO-friendly
ChatGPT cocok buat memoles keyword jadi siap pakai, terutama untuk strategi long tail keyword yang jarang disentuh kompetitor.
Kalau digabung? Hasilnya jauh lebih tajam.
Langkah 1: Gunakan Claude untuk Membongkar Masalah User
Kesalahan paling umum saat riset keyword adalah langsung mikir kata kunci, bukan masalah.
Padahal user itu ngetik di Google karena punya masalah.
Contoh prompt ke Claude:
Jelaskan semua masalah, kebingungan, dan kebutuhan orang yang ingin belajar riset keyword SEO untuk blog pemula.
Dari jawaban Claude, biasanya kamu akan nemu kalimat seperti:
- “Takut salah target keyword”
- “Tidak punya tools berbayar”
- “Blog sepi walau konten banyak”
- “Tidak tahu keyword mana yang masih kosong”
Nah, dari sini keyword mulai kebentuk secara alami, sekaligus membantu kamu memahami search intent yang sebenarnya.
Langkah 2: Ubah Masalah Jadi Pertanyaan Google
Setelah dapat daftar masalah, minta Claude mengubahnya jadi pertanyaan pencarian.
Ubah masalah di atas menjadi pertanyaan yang biasanya diketik orang di Google.
Hasilnya bisa seperti:
- “bagaimana riset keyword tanpa tools berbayar”
- “kenapa blog tidak naik meski sudah optimasi keyword”
- “cara menemukan keyword blog yang belum dipakai kompetitor”
Keyword seperti ini jarang jadi target utama kompetitor, tapi niatnya kuat banget.
Langkah 3: Masukkan Keyword Mentah ke ChatGPT
Setelah dapat keyword mentah dari Claude, sekarang giliran ChatGPT bekerja.
Contoh prompt ke ChatGPT:
Kembangkan keyword berikut menjadi variasi long tail yang alami, SEO-friendly, dan jarang digunakan kompetitor.
Ini penting supaya kamu terhindar dari kanibal keyword antar artikel.
Kenapa Keyword AI Ini Sulit Dideteksi Kompetitor?
Jawabannya simpel:
- Tidak selalu muncul di tools keyword
- Bahasanya terlalu natural
- Volume kecil tapi konsisten
- Berbasis niat, bukan angka
Kalau dipakai konsisten, pendekatan ini terbukti bisa meningkatkan trafik website dengan AI tanpa harus perang keyword besar.
Penutup
Menggunakan Claude dan ChatGPT untuk riset keyword bukan soal curang atau shortcut. Ini soal cara berpikir yang lebih manusiawi.
Kalau kompetitor sibuk ngulik angka, kamu ngulik pikiran user.
Dan di SEO modern, itu justru keunggulan terbesar.
Tinggal bilang aja 😉